Tak Ada Upacara, Prosesi Kirab Tengah Malam Dihadirkan Agar Peringatan Hari Jadi Lebih Punya Cerita

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 17 Jun 2026

Tak Ada Upacara, Prosesi Kirab Tengah Malam Dihadirkan Agar Peringatan Hari Jadi Lebih Punya Cerita

MADIUN – Ada yang baru di peringatan Hari Jadi tahun ini. Tak ada upacara peringatan Hari Jadi seperti biasanya. Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Madiun menghadirkan Prosesi Kirab Peringatan Hari Jadi ke-108. Kirab kali pertama ini digelar untuk menandai lahirnya Kota Pendekar. Tak heran, prosesi kirab dilaksanakan tepat di pergantian hari tanggal 19 ke 20 Juni pukul 00.00.


Rencana kegiatan pun terus dimatangkan. Rakor kembali digelar di Balai Kota Madiun, Senin (15/6) petang. Rakor yang dipimpin Plt Wali Kota F Bagus Panuntun tersebut membahas keseluruhan acara dengan menghadirkan pihak ketiga. 


‘’Kenapa ada prosesi kirab, biar peringatan Hari Jadi ini lebih punya cerita. Jadi upacara peringatan kita tiadakan dan kita ganti dengan prosesi kirab ini,’’ kata Plt wali kota. 


Prosesi kirab ini bakal berjalan sakral. Bakal ada yang memerankan sosok Retno Dumilah lengkap dengan pasukannya. Prosesi kirab dimulai dari Bakorwil Madiun menuju ke Balai Kota Madiun dengan berjalan kaki. Beberapa pasukan juga membawa obor. Setelah sampai di halaman balai kota kegiatan dilanjutkan dengan prosesi inti. Mulai dari penghormatan kepada lambing daerah, ikrar pendekar, hingga doa enam agama dan satu penghayat kepercayaan. Di halaman balai kota juga akan ada prosesi menyalakan obor besar.


Hadirnya prosesi kirab tersebut juga berdampak pada agenda kegiatan lainnya. Seperti acara pagelaran seni di Kecamatan Manguharjo yang semula dijadwalkan 20-21 Juni bergeser ke tanggal 27 Juni. Perubahan juga mengemuka untuk giat Sholawatan yang semula di tanggal 19 mundur sehari di tanggal 20. Kegiatan peringatan Hari Jadi ke-108 tentunya bakal semakin menarik lagi sakral. (rams/agi/diskominfo)